Anda ada di:Profile

Profile


Jogja Automotive community yang disingkat JAC merupakan suatu wadah dan sarana komunikasi antar klub dan komunitas baik motor maupun mobil. Ide pembuatan wadah dan sarana komunikasi ini terbentuk di awal tahun 2002 dari beberapa rekan anggota klub dan komunitas otomotif di Yogyakarta yang ingin menambah relasi dan saling bertukar informasi antar hobbies. Setelah diadakan beberapa kali pertemuan, akhirnya sepakat diadakan pertemuan lanjutan di Safir Café Hotel Ambarukmo Yogyakarta dan tercetus nama Jogja Automotive Community yang di deklarasikan pada 13 Oktober 2002.

  1. Members
  2. AD-ART
  3. Struktur Kepengurusan

Seiring berjalannya waktu JAC sebagai “gudangnya” klub dan komunitas otomotif di Yogyakarta, JAC menjadi satu-satunya wadah klub dan komunitas terbesar di Yogyakarta bahkan di Indonesia (yang pertama kali). Tercatat lebih dari 90 klub dan komunitas tergabung dalam JAC baik komunitas dan klub motor maupun mobil (tahun 2005).

Panitia JBDW ke Polda

JAC kemudian berusaha untuk melebarkan sayap dimana JAC tidak hanya terfokus pada bidang otomotif saja melainkan pada bidang pariwisata. Hal ini terbukti dengan event yang dilaksanakan JAC mampu menyumbang pajak bagi pemerintah pada segmen hotel dan restaurant. Contohnya saja event Jogja Bike Week 2005 yang mampu menyedot perhatian bikers seluruh indonesia dengan jumlah peserta konvoi terbesar yaitu sebanyak 7000 bikers.


Hal ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari pihak pemerintah khususnya bidang pariwisata. BP2KY sebagai pihak yang membawahi bidang pariwisata selalu berusaha untuk mensupport kegiatan dan event yang dilaksanakan JAC. Hal ini tentu saja menjadi perhatian serius dari pihak pemerintah dimana terbukti bahwa hobi yang berkaitan dengan otomotif tidak hanya melulu indentik dengan hura-hura dan senang-senang namun juga bisa memberikan dampak yang positif bagi dinamika pariwisata dan otomotif di Yogyakarta.



Beranjak dari sejarah dan dinamika mulai dari berdirinya JAC hingga menjadi sebuah sarana komunikasi yang cukup efektif. Akhirnya JAC berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik dan dampak yang positif pula guna terciptanya sebuah image kota JOGJA yang unik dan berbudaya. Oleh karena itu JAC memutuskan untuk terlibat secara aktif terhadap kegiatan otomotif dan pariwisata. Harapannya semua pihak yang terlibat dan berwenang dapat ikut serta mewujdkan cita-cita JAC menjadi salah satu “icon” kota Yogyakarta.